Apa itu Air Limbah? Pengolahan dan Proses Daur Ulang

Saat ini pertumbuhan Industri semakin pesat di berbagai daerah. Hal ini tentu menjadi peluang yang bagus untuk masyarakat secara ekonomi. Namun sayangnya makin banyak industri tentu juga berdampak negatif pada lingkungan sekitar salah satunya adalah masalah pencemaran dan limbah.

Meski sebenarnya ada peraturan pemerintah mengenai standar pengolahan limbah namun tak serta merta membuat limbah menjadi baik terlebih masih ada saja industri nakal yang langsung membuang limbah mereka ke aliran sungai.

Hal ini semakin diperparah dengan kebiasaan masyarakat yang masih saja tidak peduli dengan membuang kotoran dan sampah langsung ke sungai.

Balai Konservasi Air Tanah dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sendiri sempat melakukan pemantauan terhadap cekungan air tanah untuk lapisan akuifer bebas yang tersebar di sejumlah wilayah Jakarta dari 85 lokasi hanya 16 lokasi saja yang memenuhi standar, sementara itu untuk akuifer tertekan dari 69 lokasi hanya 12 lokasi yang memenuhi standar baku.

Berdasarkan hasil pemantauan tersebut diketahui ternyata wilayah utara, barat dan timur Jakarta mengandung NaCl (garam) berlebih sementara itu untuk wilayah bagian tengah hingga depok lebih beragam.

Data yang diambil dari katadata.co.id kebutuhan air di Jakarta sendiri pada tahun 2015 lalu sudah mencapai 1,2 miliar meter kubik. Sementara itu hanya 36% saja yang dapat dipenuhi oleh PAM sisanya masih mengandalkan air tanah yang tak dipengaruhi oleh optical brightening agent.

Menilik dari data tersebut tentu sangat riskan jika 64% kebutuhan air harus diganti dengan air tanah yang secara kualitas termasuk buruk.

Pengolahan Air Limbah

Secara teori ada beberapa cara dalam mengolah air limbah yakni menggunakan metode kimia, fisika dan biologi. Namun mengingat air akan digunakan untuk kehidupan sehari-hari maka metode biologi bisa dibilang paling tepat.

Pengolahan air limbah secara biologi ini memanfaatkan mikroorganisme sebagai katalis yang akan membantu menguraikan serta menghilangkan material-material berbahaya yang ada pada limbah.

Salah satu metode pengolahan limbah menggunakan mikroorganisme yang seringkali digunakan adalah metode lumpur aktif (activated sludge). Keuntungan menggunakan metode ini adalah dapat mengolah berbagai macam limbah seperti dari industri pangan, pulp, tekstil bahkan obat-obatan. Meski begitu bukan berarti metode ini tidak memiliki kelemahan.

Kelemahan metode pengolahan limbah menggunakan lumpur aktif ini adalah lamanya proses pengolahan dan besarnya investasi yang harus ditanam. Sebagai gambaran dalam mengolah limbah setidaknya lumpur aktif membutuhkan waktu beberapa hari selain itu bak penampung pun juga membutuhkan tempat yang luas.

Tak cuma itu saja pengolahan limbah ini memerlukan pengawasan yang ketat dan akan menghasilkan sisa endapan yang mengandung berbagai mikroorganisme.

Pengolahan endapan ini sendiri juga seringkali menimbulkan permasalahan sendiri mengingat mahalnya biaya perawatan. Hal inilah yang kadang membuat sebagian oknum nakal memilih membuang endapan lumpur tersebut ke sungai atau dibuang di TPA bersama sampah lainnya.

Daur Ulang Air Limbah

Selaras dengan pertumbuhan penduduk, maka kebutuhan air bersih juga ikut tumbuh dari hari ke hari terutama di wilayah perkotaan. Tak jarang pula beberapa wilayah hingga mengalami kekurangan air bersih karena kasus pencemaran air.

Ada beberapa inovasi yang dapat digunakan sebagai solusi dalam memenuhi akan kebutuhan air bersih ini antara lain adalah pengolahan air limbah dan desalinasi sebagai solusi untuk memenuhi persedian air.

Di Amerika, Pengolahan air limbah paling banyak digunakan dalam irigasi pertanian dan perkebunan. Selain itu hasil pengolahan air limbah juga digunakan dalam dunia industri dan berbagai macam seperti misalnya membuat danau, pemadam kebakaran, menyiram taman atau lainnya.

Sementara itu di Singapura juga terkenal sebuah proyek yang reklamasi air yang sudah dimulai tahun 2002. Proyek yang bernama NEWater ini bekerja dengan cara memproses air limbah perkotaan menggunakan proses filtrasi ganda yang dilengkapi dengan ultraviolet dan disinfeksi.

Saat ini NEWater Factory sendiri telah berkembang pesat, bukan sekedar mengolah air limbah saja tetapi juga sudah mengombinasikan antara ultrafiltrasi dengan reverse osmosis. Dalam sehari setidaknya NEWater bisa memproduksi sebanyak 92.000m3 per hari. Air hasil olahan ini sendiri digunakan dalam memenuhi berbagai macam kebutuhan warga Singapura.

Nb : Seluruh Artikel di Blog ini telah Kami Proteksi, gunakan button share untuk berbagi artikel ini dengan rekan anda atau gunakan button print untuk mencetaknya atau menyimpannya dalam bentuk PDF :)
Apa itu Air Limbah? Pengolahan dan Proses Daur Ulang | Gianto Sukoco | 4.5