Mengenal Flowmeter untuk Limbah

Flowmeter untuk Limbah

Dalam sebuah industri, pengolahan limbah hukumnya adalah wajib. Bahkan karena pengolahan yang asal-asalan tak jarang perusahaan bisa kena tegur hingga pencabutan ijin perusahaan. Oleh karena itulah perlu berbagai alat pendukung dalam mengatasi limbah, salah satunya adalah flowmeter.

Pada dasarnya flowmeter ini nantinya akan berguna dalam proses pengontrolan limbah baik itu masalah debit maupun volume. Biasanya flowmeter akan dipasang pada saluran depan awal masuknya limbah serta pada bagian belakang tempat keluarnya limbah sebelum dialirkan ke tempat pembuangan akhir.

Dalam prakteknya setidaknya ada beberapa jenis flowmeter limbah yang bisa dipilih berdasarkan jenis limbah yang dihasilkan. Sebagai awalan bagi anda sebelum membeli setidaknya pelajari dulu beberapa poin penting berikut ini:

– Jenis limbah, kenali apakah limbah yang dihasilkan cair, padat, berbatu atau semisalnya.
– Tingkat Limbah, Biasanya pada beberapa industri ada yang menghasilkan limbah dengan temperatur tinggi ada yang normal juga. Selain itu juga pahami tingkat kepekatan dan kotor limbah tersebut.
– Kapasitas Flowmeter, Dalam setiap flowmeter ada sebuah sensor yang bisa mendeteksi flow rate alias arus fluida yang melewati flowmeter. Jika salah memilih bisa menyebabkan penghitungan yang tidak akurat bahkan rusak karena terlalu derasnya arus.
– Material pembuatnya, Beberapa jenis material pembuat flowmeter yang bisa ditemukan dipasaran antara lain adalah cast iron, non metal, carbon steel atau stainless. Semua memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing yang mana harus disesuaikan dengan jenis limbah.

Jenis Flowmeter Limbah SHM

– Ultrasonic Flow Meter
Salah satu jenis flowmeter limbah yang sering digunakan. Flowmeter ini mengandalkan kecepatan arus limbah untuk mengukur debitnya.

Keunggulan Ultrasonic Flow Meter
– Cocok digunakan pada limbah netral maupun yang bersifat korosif. Selain itu bisa digunakan dalam limbah yang memiliki konduktivitas atau tidak sama sekali.
– Menggunakan sensor model clamp on sehingga dapat dipasang dengan mudah tanpa harus menyetop aliran limbah.
– Penggunaan cukup mudah.

Kelemahan Flowmeter Ultrasonic
– Proses pemasangan harus disaat pipa sedang tidak ada endapan didalamnya selain itu pastikan juga tidak ada retakan atau korosi.
– Hanya support beberapa jenis pipa.

– Paddle Wheel Flowmeter
Menggunakan sistem paddle wheel pada bagian dalamnya membuat flowmeter jenis ini lebih aman karena bisa terhindar dari resiko tersumbat. Selain itu Paddle Wheel Flowmeter harganya lebih murah dengan biaya perawatan yang rendah. Namun, Soal kualitas jangan diragukan.

– SHM-Sewage/WWF (Waste Water Flow)
Secara spesifikasi Flowmeter ini sama-sama menggunakan sistem Paddle wheel. Namun biasanya dia dilapisi dengan epoxy sehingga lebih tahan karat. Belum lagi flowmeter ini tidak memerlukan daya listrik untuk bekerja. Kaca anti haze dan fogging yang ada pada spedometernya pun membuat tampilan tetap bersih dan jernih apapun kondisinya.

Jika anda masih kesulitan dalam memilih dan memahami setiap keunggulan flowmeter limbah yang telah dijelaskan diatas, jangan ragu untuk menghubungi tim kreassindo.com . Ahlinya Jasa pemasangan dan Kalibrasi Flowmeter dan Skid.

You May Also Like

About the Author: Gianto Sukoco