Menahan Diri dari Godaan Sosial Media

Detox adalah hal yang lekat dengan istilah medis semacam puasa atau diet. Tapi apakah anda pernah mendengar detox sosial media. Kini istilah detox sosial media kian populer. Istilah ini berarti mengurangi aktivitas bersosial media. Aktivitas bersosial media menjadi penyebab masalah mental. Masalah seperti ketakutan berlebihan, depresi dan stres adalah salah satu gangguan pada kejiwaan seseorang yang mengalami kecanduan sosial media. Maka dari itu sangat baik seseorang melakukan aktivitas menahan diri dari mengakses sosial media atau biasa disebut sebagai detox sosial media.

Sosial media sudah sangat umum sebagai tempat orang-orang “memalsukan” kehidupan mereka. Artinya mereka menampakan segala keindahan dalam hidupnya yang sebenarnya itu semua palsu adanya.

Salah seorang yang berhasil melakukan detox sosial media sebagaimana yang kami kutip dair Hipwee adalah Chandra. Ia mengaku mengalami kehidupan yang jauh lebih baik ketimbag sebelum melakukan sosial media detox. Ia tidak lagi khawatir dengan jumlah like dan komentar pada postingannya. Ia menyadari sosial media bukanlah realitas yang sebenarnya.

Jika ada ingin melakukan detox sosial media, maka anda bisa melakukan hal berikut:

1. Jangan mengecek sosial media saat pagi hari

Ini adalah hal pertama yang harus anda lakukan. Kebanyakan orang langsug megecek ponsel mereka saat bagun pagi untuk megetahui notifikasi yang ada. Dan lama kelamaan mereka akan menghabiskan waktu beberapa jam setelah bangun tidur tersebut untuk mengakses sosial media. Jadi, bangun tidur menjadi trigger mengakses sosial media. Maka anda harus menghilangkan kebiasaan ini.

 

2. Hapus sosial media

Cara sederhana namun bagi sebagian orang adalah ekstrem yaitu menghapus sosial media. Dengan menghapusnya maka anda sudah total tidak mengakses sosial media kembali kecuali anda membuatnya lagi atau membatalkan penghapusan (ada opsi pemulihan akun dalam waktu 0 hingga 60 hari).

 

3. Atur jadwal bersosial media

Jika anda tidak mau menghapusnya, maka jadwalkanlah waktu waktu tertentu hanya untuk mengakses sosial media, tidak kurang dan tidak boleh lebih.

 

Sumber: PojokSosmed

About the Author: Gianto Sukoco