Sejarah dan Bahan-Bahan Sikat Gigi dan Pasta Gigi

tips menyikat gigi dari JB-dental bekasi

Menyikat gigi di zaman dulu pastinya membutuhkan sedikit keberanian. Jika Anda pernah hidup sebagai orang Mesir kuno, Anda akan menyikat gigi dengan ranting yang bergerigi. Di Tiongkok abad ke-15, mereka menggunakan bulu babi yang menempel pada gagang gading atau bambu untuk menyikat gigi. Sementara orang Eropa kuno, menggunakan rambut kuda untuk menjaga kebersihan gigi..

Cara-cara kuno dalam menggosok gigi tersebut mungkin akan membuat Anda merinding. Tulang yang dihancurkan, cangkang tiram, bubuk kuku, arang, dan sabun merupakan beberapa bahan odol yang digunakan pada jaman dulu. Dan meskipun orang Cina kuno menggunakan sikat gigi dari bulu binatang, namun mereka mengambil pendekatan yang lebih hati-hati dalam pembuatan pasta gigi, yaitu menggunakan ginseng, herbal, dan garam.

Pada Era Victoria, pasta gigi mulai disimpan di dalam toples, tetapi pada jaman ini, sikat gigi dari bulu nilon belum digunakan. Sikat gigi dari bulu nilon seperti yang ada sekarang ini baru muncul sekitar masa Perang Dunia II.

Pasta gigi di jaman sekarang sudah menggunakan kemasan dan bahan beragam, ada yang kemasan pompa atau tabung (tube). Belum lagi sikat gigi sekarang ini macam-macam, ada yang lentur, kaku, lembut, dan sebagainya.

Pilihannya membingungkan, tetapi jika Anda ingin tahu cara menyikat gigi secara efektif, berikut adalah alat dan metode terbaik untuk menyikat gigi untuk mencegah pembentukan:

Memilih Senjata Anda: Menyikat Gigi Dengan sikat gigi yang tepat

Baik Anda menyikat gigi dengan sikat gigi elektrik (pertama kali ditemukan pada tahun 1939) atau menggunakan alat manual, hasilnya akan tetap sama asalkan Anda menyikat gigi dengan benar, menurut American Dental Association (ADA).

Mari kita tinjau aturan paling dasar untuk memilih alat sikat gigi Anda:

Kenyamanan: Entah anda akan membeli sikat gigi elektrik atau manual, yang pasti itu harus nyaman di mulut dan di tangan Anda.

Keamanan: Berikut cara menyikat gigi dengan aman: Gunakan bulu sikat yang lembut atau ekstra lembut. Menyikat gigi seharusnya tidak mengiritasi gusi Anda. Semua perangkat dan fiturnya untuk menyikat gigi haruslah melindungi gigi dan gusi, bukan merusaknya.

tips menyikat gigi dari JB-dental bekasi

Kebersihan: Sikat gigi Anda dengan sikat gigi baru atau kepala sikat baru setiap tiga hingga empat bulan sekali untuk mengurangi penumpukan bakteri mulut. Bilas sikat Anda secara menyeluruh setelah digunakan, simpan dalam posisi tegak, dan keringkan. Menyikat gigi dengan sikat yang disimpan dalam wadah tertutup terus menerus berpotensi menyebarkan bakteri pada mulut anda.

Jangan berbagi sikat gigi dengan siapa pun atau Anda hanya akan menukar bakteri dari satu mulut ke mulut lainnya. Bulu sikat gigi yang berbagi wadah atau dudukan tidak boleh bersentuhan.

Ukuran: Siapkan sikat gigi dengan bulu sikat yang pas dengan mulut Anda, sehingga nyaman digunakan. Jangan khawatir jika Anda adalah orang dewasa yang lebih menyukai sikat gigi anak. Hal yang penting adalah Anda menyikat gigi dengan menjangkau semua area mulut Anda; bukan berarti Anda lebih suka sikat gigi anak daripada model dewasa yang berteknologi tinggi.

Memilih Amunisi: Menyikat Gigi Dengan Pasta Gigi Yang Tepat

Anda ingin menghilangkan bakteri mulut, bukan jaringan lunak atau email gigi saat menyikat gigi. Pasta gigi mana yang paling tepat untuk Anda? Pastikan Anda menyukainya sehingga Anda tidak menganggap menyikat gigi sebagai tugas yang harus anda hindari.

Berikut bahan-bahan dan sedikit saran pemilihan pasta gigi:

Fluoride: Zat ini memperkuat enamel gigi untuk menangkal gigi berlubang. Karena menjaga kekuatan enamel yang menutupi lapisan dentin yang berwarna kekuningan, penggunaan fluoride juga membantu memutihkan gigi dan mengurangi masalah sensitivitas gigi. Selain itu penggunaannya juga mencegah kerusakan. Sikat gigi Anda dengan fluoride untuk kesehatan mulut terbaik.

Tetapi jika Anda menelan terlalu banyak fluorida (dalam air, pasta gigi, atau obat kumur), Anda mungkin melihat gigi Anda mulai menguning. Selain itu, hal ini juga bisa membuatmu sakit.

Sodium Lauryl Sulfate (SLS): penghasil busa pada deterjen ini pada saat menyikat gigi akan menghilangkan lapisan tipis kotoran, bakteri dan berbagai kotoran lainnya.

Sayangnya, SLS bisa menyebabkan sariawan, gigi sensitif, iritasi gusi dan halitosis pada beberapa orang. Jika Anda rentan terhadap sariawan atau bau mulut, gunakan pasta gigi yang bebas SLS.

Sodium Pyrophosphate: Sering ditemukan dalam pasta gigi sebagai pengendali karang gigi, senyawa ini dapat menyebabkan gigi sensitif. Dan meskipun menyikat gigi dengan ramuan ini dapat mencegah karang gigi, itu tidak menghilangkan karang gigi yang sudah terlanjur terbentuk di sana. Sodium pyrophosphate dapat mengiritasi gusi.

Pemutih: Tidak ada pasta gigi yang mengubah warna gigi, tetapi ada beberapa yang dikreasikan untuk mengangkat noda di permukaan gigi. Hidrogen peroksida dengan baking soda akan membersihkan permukaan gigi dan membunuh bakteri tertentu yang menyebabkan penyakit gusi. Tapi peroksida juga mengiritasi. Berpikirlah bijak saat menyikat gigi dengan pemutih.

Bahan abrasif: Silika terhidrasi dan kalsium karbonat adalah bahan yang umum ditemukan pada pasta gigi – tingkat abrasif bervariasi antara pasta gigi satu dengan yang lainnya. Beberapa dokter gigi merekomendasikan pasta gigi dengan skor Relative Dentin Abrasivity (RDA) yang lebih rendah (skala berkisar dari 8-200) menurut Consumer Reports, terutama jika Anda menggunakan sikat gigi elektrik, yang umumnya cenderung terlalu banyak menyikat gigi, yang cenderung mengikis gusi.

Itulah sedikit penjelasan mengenai sejarah, bahan-bahan yang terkandung dalam sikat dan pasta gigi

Artikel ini persembahan dari ToothSignature Klinik Gigi Terbaik di Kelapa Gading

You May Also Like

About the Author: Gianto Sukoco